Loading...

Video Trump Tekan Big Tech, Gak Mau Tarif Listrik Mahal karena Pusat Data

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan bekerja sama dengan perusahaan teknologi besar di negaranya. Kerja sama ini menyoal masalah tagihan listrik warga AS, yang menurut Trump, mengalami kenaikan sangat besar di masa pemerintahan Joe Biden.

"Di bawah kepemimpinan Joe Biden yang ngantukan dan Demokrat Kiri Radikal, tagihan listrik bulanan rata-rata rumah tangga Amerika naik SANGAT BESAR, lebih dari 30%!," tulis Trump dalam laman Truth Social miliknya.

Salah satu perusahaan telah setuju melakukan perubahan besar-besar mulai pekan ini. Perusahaan itu adalah Microsoft.

"(Microsoft) yang akan melakukan perubahan besar mulai minggu ini untuk memastikan bahwa rakyat Amerika tidak "menanggung biaya" konsumsi DAYA mereka, dalam bentuk membayar tagihan listrik yang lebih tinggi," ungkap Trump yang menyebut akan ada lebih banyak perusahaan lain melakukan hal serupa.

Trump meyakini bahwa meski AS adalah negara nomor satu dalam AI (artificial intelligence/akal imitasi) dan pusat data merupakan kunci perkembangan pesat itu, namun perusahaan teknologi yang membangunnya harus membayar biayanya sendiri.

"Terima kasih, dan selamat kepada Microsoft," pungkas Trump.

Tonton berita video lainnya di sini!

Dinda Ayu - 20DETIK | 13 Jan 2026 13:45 WIB

3,834 Penayangan