Warga yang merayakannya mengenakan kostum warna-warni dengan wol domba jantan di kepalanya. Iya! Bulu domba asli guys! Bagi warga setempat tradisi tahunan ini untuk mengusir musim dingin dan memancing hari-hari yang baik untuk datang.
"Yah, kami tidak memiliki catatan tertulis sejak desa ini didirikan sekitar 200 tahun yang lalu. Didi Kamesnice adalah penabuh lonceng, jadi tidak ada catatan tertulis. Tampaknya bagi saya ini semacam kebiasaan pagan yang telah diterima dalam Kekristenan saat ini. Kakek dan buyut kami dulu melakukannya. Kami terus melakukannya secara tradisional dan menikmatinya. Itu membuat orang bahagia dan menghibur kami pada saat yang sama", jelas Presiden Asosiasi Didi S Kamesnice Ante Gulic.