"Kami melihat banyak bencana alam yang terkait dengan cuaca ekstrem seperti banjir ekstrem di Indonesia tahun lalu dan kita juga mengalami cuaca ekstrem di China bahkan di seluruh dunia," jelas Profesor di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Hong Kong University of Science and Technology, Su Hui.
Sistem ramalan cuaca berbasis AI ini disebut mampu memprediksi badai petir dan hujan deras hingga empat jam ke depan. Berbeda dengan model saat ini yang baru memberikan peringatan 20 menit hingga 2 jam.