Tanah longsor meruntuhkan sebagian tambang Coltan Rubaya di Provinsi Kivu Utara, Kongo Timur pada Rabu (28/1). Wilayah tersebut diketahui telah berada di bawah kendali kelompok pemberontak AFC/M23 sejak 2024.
Juru bicara Gubernur Kivu Utara, Lumumba Kambere Muyisa mengatakan korban tewas diperkirakan mencapai 200 orang.