Menurut modin setempat, koordinasi dengan ahli waris dari makam-makam yang terdampak sudah dilakukan secara kekeluargaan. Selama satu minggu terakhir, bersama juru kunci makam telah memanggil tukang potong pohon profesional untuk mulai membersihkan material kayu yang menghalangi jalan.
Kepala Desa Clumprit Subur menambahkan, bahwa penanganan pohon beringin ini memerlukan teknik khusus karena ukurannya yang sangat besar. Rencananya, pihak desa akan mengerahkan alat derek untuk mengembalikan batang utama pohon ke posisi semula karena tidak memungkinkan jika hanya mengandalkan pemangkasan manual pada bagian akar. Upaya ini rencananya akan dilakukan melalui swadaya masyarakat desa.
"Rencananya kami akan menderek batang pohon untuk mengembalikan ke tempat asalnya. Karena tidak memungkinkan untuk memangkas batang pohon beserta akarnya," tegasnya.
Baca berita selengkapnya hanya di detik.com!