Material tas dikembangkan dari fragmen protein purba yang direkayasa di laboratorium, kemudian diolah menjadi bahan menyerupai kulit. Tas tersebut dipamerkan di museum Art Zoo, Amsterdam, sebelum nantinya dilelang.
Meski inovatif, klaim penggunaan bahan dari T-Rex juga menuai perdebatan di kalangan ilmuwan.