Perry menjelaskan bahwa nilai tukar melemah dikarenakan faktor global dan musiman mulai dari harga minyak yang tinggi, suku bunga bank sentral AS yang tinggi, hingga dolar yang menguat. Hal itu ia ungkapkan usai melakukan rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (5/5).