Ini adalah pertama kalinya pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melanggar putusan Mahkamah Agung, meskipun telah bentrok dengan peradilan di masa lalu. Pada tahun 2022, ia berusaha untuk membatasi kekuasaan pengadilan. Karena menuai protes massal di Israel, akhirnya rencana tersebut dibatalkan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.