Hamas membubarkan pemerintahan de facto mereka di Jalur Gaza dan memberi sinyal bahwa mereka siap untuk menyerahkan kekuasaan kepada teknokratis Palestina. Disebutkan keputusan itu dilakukan untuk menekan Israel agar menghormati rencana perdamaian.
Langkah ini menandai perubahan politik bagi Hamas yang telah menguasai Jalur Gaza lebih dari satu dekade.