Padahal, para tenaga medis ini harus bertaruh nyawa setiap hari di tengah ancaman virus mematikan dan risiko kekerasan dari warga lokal yang panik. Situasi ini dinilai sangat kritis mengingat angka kematian akibat penularan wabah Ebola di wilayah tersebut kini telah melonjak hingga menembus 1.561 termasuk 506 kematian.