Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sering kali sulit dipadamkan seperti yang belum lama ini terjadi di TPA Jatiwaringin. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wahyu Purwanta mengungkapkan, bahwa ancaman terbesar justru datang dari kebakaran bawah permukaan yang tersembunyi dan tidak terlihat.
Kondisi tersebut diperparah karena pasokan oksigen masih bisa menembus hingga kedalaman 2 meter di bawah gunungan sampah. Akibatnya, bara api yang menghasilkan titik panas (hotspot) bertahan sangat lama dan memerlukan bantuan alat berat untuk membongkar tumpukan sampah agar air bisa menyentuh pusat api.