Dalam keterangannya di Jombang, Jawa Timur, Prabowo mengungkap bahwa Menteri Keuangan telah menolak penawaran pinjaman dari IMF dan Bank Dunia senilai 25–30 miliar Dolar AS saat kunjungan kerja ke Washington DC. Prabowo menekankan Indonesia lebih mengutamakan investasi masuk ketimbang menambah beban utang.