Diketahui, proyek pembangunan yang digarap perusahaan Rosatom sejak 2018 ini sempat mengalami berbagai penundaan birokrasi hingga hambatan akibat sanksi Barat atas konflik Ukraina. Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proyek ini sebelum melangkah ke kerja sama energi baru.