Menanggapi laporan darurat tersebut, Basarnas Banjarmasin langsung menerjunkan tim penyelamat menggunakan KN SAR Laksmana 241 menuju posisi terakhir kapal. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) juga didukung pengerahan armada gabungan dari TNI AL, Polairud, hingga penyebaran sinyal radio ke seluruh kapal di kawasan Laut Jawa.