Namun, gelombang protes dan serangan siber ini diduga kuat merupakan imbas dari tindakannya sendiri yang menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) serta hasutan terhadap kekerasan massal. Sebelumnya, ia memicu kecaman luas usai mengunggah video yang menyerukan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk meratakan seluruh bangunan dan pemukiman warga sipil di Gaza.