Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan belum juga berakhir. Pusat rehabilitasi orangutan di Ketapang pun makin was-was. Kenapa?
"Saat ini kami masih memiliki cukup ruang untuk terus menyelamatkan lebih banyak orangutan, tetapi kami jelas tidak tahu karena sulit untuk mengukur berapa banyak orangutan yang perlu kami selamatkan dan evakuasi ke pusat rehabilitasi," ungkap Karmele Llano Sanchez, CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).