Direktur Institut Penelitian Perlucutan Senjata PBB (UNIDIR), Robin Geiss, memperingatkan risiko penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam operasi militer. AI dinilai bisa mempercepat pengambilan keputusan di medan perang hingga mempersempit peran manusia. Kondisi ini berisiko memicu salah perhitungan dan eskalasi konflik yang tidak disengaja.