Penderitaan warga sipil di Gaza semakin tak tertanggungkan. Di tengah pengeboman yang terus terjadi setiap hari, krisis bahan pangan, dan ancaman bencana musim dingin, para pengungsi menyuarakan keputusasaan mereka.
Bertahan hidup tanpa kebutuhan dasar, kehilangan tempat tinggal berulang kali, hingga dipaksa mengungsi bertubi-tubi membuat warga merasa hidup bak "mayat hidup". Mereka hanya menginginkan satu hal: menghentikan pertumpahan darah dan hidup layak seperti manusia lainnya.