Siapa sangka, novel debut yang awalnya cuma terjual 10 eksemplar dalam setahun justru berhasil membawa penulis Hong Kong, Lau Yee-Wa, meraih Chommanard International Women's Literary Award 2025. Novel berjudul Kelu ini menjadi titik balik perjalanan Lau Yee-Wa setelah sempat meragukan kemampuannya dan hampir menyerah menulis.
Tapi Kelu bukan sekadar cerita tentang perjuangan meraih penghargaan. Novel ini juga menyuarakan kritik terhadap kebijakan pendidikan bahasa di Hong Kong yang dinilai mengancam keberadaan bahasa Kanton. Lewat kisah para guru yang diwajibkan menguasai bahasa Mandarin, Lau Yee-Wa mengangkat persoalan hilangnya bahasa ibu dan identitas masyarakat.