Bayangin, rumah yang selama ini jadi tempat tinggal tiba-tiba harus ditinggal karena operasi militer! Lebih dari 2.000 warga Palestina di Hebron, Tepi Barat, dilaporkan terpaksa angkat kaki setelah Israel memberlakukan penutupan wilayah.
Nggak tinggal diam, Kepala HAM PBB Volker Türk mengecam keras tindakan Israel. Dia menyebut kebijakan tersebut sebagai hukuman kolektif dan memperingatkan adanya ancaman pembersihan etnis jika seluruh kawasan permukiman sampai dikosongkan.