China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara lain dengan kedok hak asasi manusia. Peringatan keras pun disampaikan jubir Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.
Hal ini disampaikan Jiakun setelah AS mengumumkan larangan impor dari tiga perusahaan bioteknologi China. Larangan ini diterbitkan dengan dalih bahwa perusahaan tersebut menggunakan sistem kerja paksa.