Kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, terjadi sejak Kamis (15/10/2026), dengan titik awal di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli. Luas lahan yang terbakar terus meluas hingga mencapai sekitar 648 hektare pada Rabu (21/10).
Memasuki hari kedelapan pada Kamis (22/10), asap kebakaran masih terlihat. Petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan penyekatan melalui empat posko, yakni Posko Induk Gondosuli, Pos Aju Cemoro Kandang, Pos Aju Tambak, dan Pos Aju Cetho di kawasan Candi Cetho. Api juga mendekati mata air dan jalur pipa air warga.
Medan yang sulit dijangkau serta angin kencang menjadi kendala pemadaman, yang turut dibantu operasi water bombing oleh TNI.
Di tengah kebakaran, lima kambing milik dua peternak di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, ditemukan mati atau hilang pada Rabu (21/10). Tiga kambing ditemukan mati dengan luka gigitan, satu kambing lainnya hilang, sementara satu kambing milik warga lain juga dilaporkan mati akibat dugaan serangan satwa liar. BKSDA Jawa Tengah belum dapat mengidentifikasi jenis satwa yang menyerang karena tidak ada saksi yang melihat langsung dan jejak kaki di lokasi tidak utuh serta samar akibat kondisi tanah kering. BKSDA telah menyiagakan tim untuk memantau kemungkinan kemunculan satwa liar di permukiman dan akan bergerak jika menerima laporan warga. Kasus serupa pernah terjadi pada Februari–Maret 2026, ketika macan tutul terlihat di Desa Sepanjang, Tawangmangu. Seekor macan tutul berhasil dievakuasi, sementara pergerakan satwa lainnya sempat dipantau petugas.
