Kembali beraksi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menjaring dua kepala daerah sekaligus dalam sehari lewat Operasi tangkap Tangan (OTT). Merangkum detikcom, Sudewo, ikut terjaring dalam operasi yang dilakukan KPK di Pati, Jawa Tengah Pada Senin (19/1) kemarin. Diamankannya Bupati Pati tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Pada hari yang sama, KPK juga menangkap Wali Kota Madiun, dengan tuduhan gratifikasi dan pemerasan. Terbaru, KPK menaikkan status perkara ke tahap penyidikan usai mengantongi bukti dugaan pemerasan dana CSR dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Tidak hanya dua kepala daerah itu, dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, KPK setidaknya telah menangkap empat kepala daerah lain. Daftar kepala daerah yang ditangkap KPK antara lain Ardito Wijaya (Bupati Lampung Tengah), Abdul Wahid (Gubernur Riau), Sugiri Sancoko (Bupati Ponorogo), Ade Kuswara Kunang (Bupati Bekasi), dan Abdul Aziz (Bupati Kolaka Timur). Kasus-kasus yang menjerat antara lain suap hingga pemerasan.
Lalu bagaimana sebenarnya korupsi kepala daerah berkaitan dengan tingginya biaya politik? Apakah pilkada tak langsung adalah obat mujarab untuk memutus rantai korupsi? Menghadirkan Heroik M. PRatama, Direktur Eksekutif Perludem, ikuti diskusinya dalam Editorial Review.











































