Video: Pakar Ungkap Alasan Indonesia Potensial jadi Pusat Judol

20DETIK

   |   
588 Views | Senin, 11 Mei 2026 22:07 WIB

Penggerebekan markas judol di sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat pada Kamis (7/5) lalu menambah daftar panjang keberhasilan polisi mengungkap praktik kejahatan siber dalam negeri. Diketahui, dalam penyergapan tersebut, polisi berhasil menangkap 320 warga negara asing dan seorang WNIyang berperan sebagai admin judi online.

Seluruh pelaku yang tertangkap tersebut memiliki tugas masing-masing mulai dari admin, customer service, hingga penagih utang. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra. Terkait tugas WNI yang ikut tertangkap, dirinya menyebut jika hal tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Merangkum detikBali, Penyidik Ditressiber menyebut jika seluruh pelaku yang ditangkap memiliki struktur tugas yang rapi. Pembagian peran mereka antara lain sebagai operator sistem, pengelola akun, hingga pengendali transaksi keuangan yang terhubung dengan jaringan internasional. Dalam operasi ini, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa perangkat komputer, server, telepon seluler, serta sejumlah data digital yang menunjukkan aktivitas perjudian online secara sistematis dan masif.

Menjamurnya praktik kejahatan siber ini membuat sejumlah pihak menduga jika sindikat yang sebelumnya banyak melakukan praktik di Kamboja hingga Myanmar, pindah ke Indonesia. Apa sebabnya Indonesia menjadi lahan menarik bagi para sindikat kejahatan siber? Simak ulasannya dalam detikSore!

Tim 20detik - 20DETIK