Dunia pelayaran Indonesia kembali gempar usai munculnya berita kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Pulau Madura. Kapal dengan trayek Surabaya-Makassar itu terbakar hebat pada Minggu (2/8) pagi WIB di koordinat 06°30'64'' LS dan 114°00'19'' BT, sekitar 19 nautical miles (NM) di utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep.
Laporan resmi kebakaran ini diterima oleh petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. atas informasi ini, sejumlah kapal yang berada dekat dengan lokasi kejadian langsung merapat untuk membantu proses evakuasi. Mengutip detikBali berdasarkan laporan dari Kapal Meratus Project 3, KMP Mutiara Sentosa II sudah hampir terbakar habis, satu jam usai informasi resmi diterima oleh Basarnas.
Merangkum detikbali, hingga Senin (3/8) pagi, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 232 penumpang, 5 diantaranya meninggal dunia. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit. Evakuasi ini melibatkan 9 kapal penolong, salah satunya adalah KN SAR 249 Permadi.
Lalu bagaimana peristiwa ini dilihat sebagai tamparan terhadap dunia pelayaran Indonesia? Simak ulasannya dalam detikSore bersama Pakar Maritim, Marcellus Hakeng Jayawibawa.










































