Sudah beberapa bulan berjalan usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengancam akan menurunkan status pasar saham Indonesia ke frontier market, BEI bersama pemerintah terus melakukan sejumlah perbaikan di sistem bursa saham Indonesia. Reformasi yang tengah dijalankan mulai dari menaikkan batas minimum saham publik (free float) menjadi 15% hingga membuka seluas-luasnya informasi kepemilikan saham.
Namun demikian, usaha yang dilakukan Indonesia belum juga memuaskan pihak MSCI. bahkan lebih parah dari ancaman sebelumnya, lembaga rating saham itu mengultimatum BEI untuk menurunkan status IHSG ke level terbawah yaitu standalone market. Lalu melihat sikap investor yang panik dengan menarik dana mereka secara ugal-ugalan akan menambah kuat dampak efek domino terhadap pasar saham Indonesia? Di tengah proses percepatan perbaikan pasar saham Indonesia saat ini, apa yang paling perlu dipelototi oleh legislatif? Simak ulasannya bersama Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.










































