Indonesia meluncurkan vaksin demam berdarah dengue berbasis teknologi messenger (mRNA) yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Universitas Indonesia (UI), Tsinghua University, PT Etana Biotechnologies Indonesia, serta pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Pendanaan penelitian vaksin inipun diungkapkan Direktur Fasilitasi Riset di LPDP, Ayom Widipaminto bahwa LPDP mengalokasikan Rp 7 miliar, sedangkan PT Etana memberikan Rp 9 miliar, sehingga total pendanaan riset tersebut mencapai Rp 16 miliar untuk pengembangan prototipe hingga pelaksanaan uji klinis awal.