“Penghulu diatur sama tukang foto. Tugasnya foto bukan ngatur. Saya di sini diundang anda, bukan ngundang saya tapi ngundang negara untuk mengatur anda. Jadi tukang foto, rias jangan ngatur pemerintah”, ucap penghulu tersebut dalam video yang viral.
Padahal fotografer tersebut menyampaikan permintaan calon pengantin secara sopan. Namun, ia merasa dimarahi karena dianggap mengatur jalannya prosesi akad nikah. Posisi calon pengantin perempuan selama akad nikah berlangsung pun menjadi persoalan.
“Sedangkan secara hukum dan syariat itu sah dan secara rukun juga sah-sah saja,” tulis Shankara Project dalam keterangannya.
Seusai video itu viral, pengulu tersebut meminta maaf kepada sang fotografer. Ia mengaku menyesali kejadian itu.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya penghulu KUA yang sedang viral. Saya mohon maaf kepada Mas Arwani selaku saudara saya yang kurang komunikasi. Dalam hati saya tidak ada maksud saya menghina,” ucapnya.