Ekonomi RI kembali terpuruk dalam masa perang di Timur Tengah. Dari lantai bursa, RTI Business menunjukkan data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (9/3/11) terkoreksi lebih dari 5%. Seperti dirangkum detikFinance, IHSG tercatat sempat bergerak di level terendahnya pada posisi 7.100-an. Disebutkan jika kondisi ini dipengaruhi oleh sikap para investor yang tengah mengurangi investasi aset berisiko di kawasan negara berkembang.
Kondisi ini mirip dengan situasi yang terjadi pada pekan lalu. Pada Kamis (5/3), IHSG juga terkoreksi 4% dan berada di level 7000-an. Sama dengan hari ini, anjloknya IHSG di level tersebut dipengaruhi oleh situasi perang Amerika Serikat dengan Iran yang tak kunjung mereda.
Perkembangan situasi ini mendorong Iran untuk mempertahankan penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada transportasi perdagangan. Eskalasi perang tidak hanya berdampak pada IHSG saja. Ekonomi Indonesia kini tengah menuju pada krisis multisektor. Penutupan jalur perdagangan itu ditafsir akan berimbas pada gejolak harga minyak dalam negeri.
Lalu apa kebijakan yang dapat digunakan sebagai sekoci dalam situasi ini? Simak diskusinya dalam detikSore!











































