Video: Ekonom UGM Bahas Kebijakan Pemerintah Soal Energi di Masa Perang AS-Iran

20DETIK

   |   
4,361 Views | Senin, 30 Mar 2026 20:20 WIB

Meski sudah mendapatkan lampu hijau untuk melewati Selat Hormuz, dua kapal minyak milik Indonesia ternyata masih tertahan di Teluk Persia. Pihak Pertamina menyebut jika kondisi ini berkaitan dengan penyiapan jalur aman perjalanan saat melintasi kawasan Hormuz. Hal ini diungkapkan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita. ia mengatakan jika saat ini persiapan teknis tengah dilakukan untuk memastikan jika kedua kapal tersebut dapat segera bergerak.

Belum selesai dengan masalah stok minyak yang masih tertahan di Selat Hormuz, Indonesia akan menghadapi dampak kenaikan harga minyak mentah akibat eskalasi perang di Timur Tengah. Pemerintah sebenarnya tengah mempersiapkan 13 proyek tambahan hilirisasi energi. Selain itu, Kementerian ESDM juga membuka kesempatan optimalisasi potensi energi domestik dalam rangka penguatan swasembada energi.

Lalu berapa lama situasi ini akan berdampak ke masyarakat? Sejauh mana hilirisasi yang sudah berjalan saat ini mampu menahan gejolak harga minyak di masa perang? Simak diskusinya bersama Pakar Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi.

Tim 20detik - 20DETIK