20DETIK

e-Life
e-Life    |   
101,186 Views | Sabtu, 18 Sep 2021 01:22 WIB

Berhubungan seksual melalui 'jalan belakang' atau anal seks dikatakan lebih berisiko dibandingkan penetrasi vaginal. Risiko yang dimaksud mulai dari infeksi bakteri, hingga penyakit menular seksual. Tapi apakah seks semacam ini benar-benar tidak boleh dilakukan? Atau apakah ada kondisi-kondisi tertentu seks anal ini dapat dilakukan? Simak penuturan lengkapnya bareng Pakar Andrologi, Seksologi dan Anti-Aging Medicine, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And-KSAAM.

20Detik - 20DETIK