PT Jasamarga Japek Selatan memprediksi masih ada sekitar 45 ribu kendaraan yang belum kembali ke Jakarta dan sekitarnya melalui jalur tersebut. Kendaraan-kendaraan ini diperkirakan akan melintas saat puncak arus balik gelombang kedua.
Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan, Charles Lendra, menyatakan jalur fungsional ini masih akan dioperasikan hingga Minggu, 29 Maret 2026.











































