Demam mobil mini 4WD atau Tamiya sempat merajai anak-anak Indonesia pada era 90-an. Popularitasnya tak lepas dari pengaruh kartun Jepang "Yonkuro" yang lekat dengan masa kecil generasi 90-an.
Keunikan mainan ini terletak pada konsep DIY (do it yourself), di mana pemain harus merakit mobil sebelum digunakan. Sensasi semakin lengkap saat mobil yang sudah dirakit diuji di lintasan balap, menghadirkan kompetisi seru di antara para penggemarnya.
Tren ini kembali bangkit saat pandemi Covid-19, ketika banyak orang mencari aktivitas seru di rumah. Selain merakit, peluang menghasilkan uang dari lomba hingga jual beli komponen turut menambah daya tarik.
Hal ini juga yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas Brother Tamiya oleh Leohardy Hermawan. Berawal dari hobi hingga memiliki toko, Leo kerap berbagi pengetahuan dengan sesama penggemar yang datang, hingga tokonya berkembang menjadi basecamp komunitas.
Lantas, apa yang membuat hobi ini kembali digemari di semua usia? Bagaimana cara Leo mengubah hobi menjadi ladang cuan? Temukan jawaban selengkapnya bersama Leohardy Hermawan, Founder Brother Tamiya dalam segmen Sunsetalk.











































