"Untuk memperpanjang waktu pembakaran, bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan ke dalam campuran kimia," jelas Fatigarov dalam wawancara dengan Al Jazeera. "Ini meningkatkan suhu ledakan hingga antara 2.500 dan 3.000°C."
Al Jazeera pun mengidentifikasi amunisi buatan AS tertentu yang digunakan di Gaza terkait lenyapnya orang-orang Palestina. Seperti MK-84 'Hammer', BLU-109, dan GBU-39.
"Basal dari Pertahanan Sipil mengonfirmasi penemuan pecahan sayap GBU-39 di lokasi tempat mayat-mayat menghilang," ungkap laporan ini.











































