Pramono menjelaskan bahwa nantinya jembatan ini akan mengintegrasi enam moda transportasi mulai dari MRT, LRT, TransJakarta, kereta bandara, hingga KCI. Pembangunan jembatan ini melibatkan Pemerintah Jepang melalui Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance. Dana pembangunan ini diketahui bersumber dari MRT Jakarta











































