Iran mengatakan ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan melakukan serangan besar-besaran terjadap pembangkit listrik dan jembatan sipil tidak berdasar. Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ebrahim Zolfaqari memastikan, Teheran tetap fokus untuk menyerang AS dan Israel.
Ebrahim justru menyinggung Trump yang dinilai mengidap delusional atau gangguan mental karena perkataannya yang kasar dan sikapnya yang arogan. Ancaman Trump itu disebut sebagai kebuntuan karena tak bisa menaklukkan Iran.











































