Ruang belajar non-formal di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur itu bernama Sekolah Eksplorasi. Di sana, peserta didik tak lebih dari 12 orang dalam satu sesi kelas. Mata pelajarannya pun tak lazim, berisi proyek-proyek kolaboratif yang memungkinkan para murid menjelajah berbagai gagasan, keterampilan, dan persoalan nyata di sekitar mereka.
Di balik ruang belajar ini ada Lena Karolina, kepala sekolah sekaligus co-founder Sekolah Eksplorasi. Berdiri sejak 2024, Lena membagikan kisahnya tentang jatuh bangun merintis ruang belajar alternatif tersebut, berikut kegelisahannya terhadap wajah pendidikan di Indonesia hari ini.
Satu hal yang pasti, ia ingin menjawab kegelisahannya sendiri. Bagaimana jika pendidikan tidak hanya tentang lulus sekolah, tetapi tentang belajar menjalani hidup?











































