Pernahkah detikers terpikir curhatan yang diutarakan bisa berubah menjadi puisi? Hal inilah yang dilakukan oleh Puisi On The Spot, layanan pembuatan puisi secara langsung berdasarkan kisah, perasaan, atau curhatan pengunjung yang menggunakan mesin tik manual untuk memberikan nuansa autentik.
Konsep unik dibuat untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap puisi dengan cara yang lebih dekat dan personal. Menariknya, pengunjung tidak diberi patokan harga dan membayar seikhlasnya.
Dalam proses membuat puisi, Founder Puisi On The Spot, Hamzah Muhammad menekankan pentingnya empati dibanding ego penulis, karena bagi sebagian orang, puisi bukan soal estetika semata, melainkan cara sederhana untuk menenangkan hati dan merasa dimengerti.
Lalu, bagaimana proses kreatif Hamzah dalam membuat puisi? Apakah di zaman sekarang puisi masih punya ruang untuk didengar? Temukan jawaban selengkapnya hanya di segmen Sunsetalk.











































