Protes di Iran dimulai pada akhir Desember lalu, didorong oleh keluhan ekonomi. Namun, aksi berubah menjadi gerakan massa melawan pemerintah, dengan demonstrasi jalanan besar-besaran selama beberapa hari mulai 8 Januari. Kelompok hak asasi manusia menuduh pihak berwenang Iran melancarkan penindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan menembak langsung para demonstran di bawah kedok pemadaman internet.
Trump telah berulang kali memperingatkan Iran bahwa jika mereka membunuh para demonstran, Amerika Serikat akan melakukan intervensi militer. Trump juga mendorong warga Iran untuk mengambil alih lembaga-lembaga negara, dengan mengatakan "bantuan sedang dalam perjalanan." Namun, ia menarik kembali perintah serangan awal bulan ini, dengan mengatakan Teheran telah menghentikan lebih dari 800 eksekusi mati di bawah tekanan dari Washington.
Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, telah memperingatkan terhadap intervensi dan mengatakan negara itu "percaya diri dengan kemampuannya sendiri." Dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada kapal perang Lincoln, Baghaei menambahkan: "Kedatangan kapal perang seperti itu tidak akan mempengaruhi tekad dan keseriusan Iran untuk membela bangsa Iran."
Baca berita selengkapnya hanya di detik.com!











































