Di tengah ramainya Jalan Tunjungan saat malam hari, Irfan Supriyadi (58) setia menunggu pelanggan jasa pijat dengan ransel dan kertas laminating bertuliskan terapi pijat tangan dan kaki. Selama 27 tahun ia mengabdi sebagai guru honorer, namun tuntutan ekonomi membuatnya pensiun dini dan mencari nafkah di jalanan.











































