Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Taruna Ikrar tertawa kecil usai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyebut anggaran pengawasan BPOM hanya tersisa Rp 2,9 miliar. Konteksnya, DPR awalnya ingin meminta pertanggungjawaban kepada BPOM terkait masih banyaknya korban keracunan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah.
"Tapi melihat anggaran yang tersedia Pak, bagi Badan POM untuk melakukan pengawasan, untuk memastikan atau melakukan tindak lanjut insiden KLB keracunan pangan dan lain-lain, pedoman mitigasi dan sebagainya, ya hanya tersisa Rp 2,9 miliar ya, saya tidak bisa meminta pertanggungjawaban kepada Badan POM," kata Charles dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
"Kalau begini kesalahannya bukan di tempat Bapak. Anggarannya Bapak kalah Pak sama pengadaan kaos kaki. Saya bingung, kok bisa cuman tersisa Rp 2,9 miliar," sambungnya.











































