Sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya lokal dan kondisi perempuan di pedesaan, Endang Dzunuraini mendirikan Sanggar Batik Mbah Guru di Desa Jugo, Lamongan, Jawa Timur. Melalui sanggar ini, Endang berupaya menghidupkan kembali tradisi Batik Lamongan yang sempat nyaris punah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi perempuan desa.
Tak sekadar menjadi tempat produksi batik, Sanggar Mbah Guru juga hadir sebagai ruang pemberdayaan perempuan melalui pelatihan, beasiswa membatik, hingga penciptaan lapangan pekerjaan. Endang turut memperkenalkan inovasi batik ramah lingkungan dengan memanfaatkan pewarna alami dari tanaman serta mengolah limbah pertanian menjadi bahan pewarna.
Saksikan kisah lengkapnya dalam tayangan berikut!
