Prof. Nasaruddin Umar mengajak detikers menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri digital dengan mengevaluasi kebiasaan dalam menggunakan teknologi. Ia mengingatkan agar di bulan suci ini kita “mempuasakan” mata, telinga, pikiran, dan jari-jemari dari konten negatif, serta membiasakan membuka hal-hal baik agar algoritma digital turut mengarahkan hidup pada jalan yang lebih berkah.











































