Prof. Nasaruddin Umar mengajak detikers memahami moderasi beragama sebagai sikap menempatkan agama di posisi tengah, tanpa terjebak pada sikap liberal maupun radikal di tengah polarisasi online. Ia mendorong detikers menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keteguhan, tanggung jawab, serta konsistensi dalam bersikap di ruang digital yang semakin terbuka dan tanpa batas.











































