Prof. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa puasa merupakan sarana pendidikan emosional yang efektif untuk membersihkan jiwa, memperbaiki moralitas, serta melatih pengendalian diri di tengah derasnya arus digital. Ia mengingatkan ketika detikers fokus kepada Allah SWT dan menjaga perilaku, puasa membentuk pribadi yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sehingga terwujud digital wellbeing dan kehidupan yang lebih bermakna.











































