Para santri dan guru di Pondok Pesantren (PP) Thariqul Mahfudz masih mengenang dahsyatnya banjir pada Oktober 2022. Hujan semalaman telah merusak perlengkapan belajar dan beragam kitab yang menjadi sumber ilmu. Beragam catatan rujukan juga hancur terendam banjir.
Tiga tahun berlalu, namun kenangan tersebut masih menyisakan jejak. Meja dan buku untuk belajar belum sepenuhnya tersedia bagi tiap santri. Akibatnya, para santri menggunakan peralatan yang ada bergantian agar tak ketinggalan mengejar ilmu.











































