Rumah petak di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi saksi besarnya keinginan Siti Sholeha untuk sembuh. Ditemani Ibrahim suaminya, Siti tak pernah absen kontrol dan cuci darah akibat gagal ginjal di rumah sakit serta klinik rujukan BPJS Kesehatan.
Keinginan membantu keluarga, bahagia bersama, hingga melihat kedua anaknya kelak menikah jadi pecut utama bagi Siti Sholeha. Apalagi sebelum sakit, Siti bersama suaminya bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga dengan menyediakan jasa cuci dan gosok baju.











































