Prof Nasaruddin Umar mengajak detikers untuk bijak memanfaatkan artificial intelligence (AI) dengan tetap menempatkan moral dan spiritualitas sebagai pengarah utama, karena dampaknya bergantung pada sikap penggunanya. Melalui puasa di bulan Ramadan ini, Prof Nasaruddin menekankan pentingnya menjaga nurani agar teknologi menjadi sarana kebaikan, bukan pengganti kedalaman jiwa dan kedekatan kepada Allah SWT.











































